Sabtu, 05 September 2009

GEMPA 7.3 SR DI UJUNG TSM

Rabu 2 Sept 2009


Jam 14.57, Lt 3 Gd OPMC

Guncangan ditengah konsen dan kesibukan rutin menyentakkan seluruh penghuni ruanganku.

Aku yang sedang konsen didepan PC tiba tiba merasakan ada pemaksaan ge rakan aneh, spontanm kutengak kesebelah arah teman ku,..

Dia pun bengong,..

“ Allohhu Akbar “ teriakan ku spontan, begitu kusadari ada gempa,.

Beberapa orang saat itu juga berlarian, menuju pintu keluar ,..

“ Allohhu Akbar “ pekik ku tambah melengking, saat kulihat spidol White board yang kuletakkan diatas meja, menggelinding sendiri,..


Kepanikan diruanganku begitu berasa, teriakan “ gempa,.. gempa,.. dan bunyi langkah kaki terburu dari lantai atasku tak membuat kami bertiga bergeming,..

Kami tetap pada posisi ditempat sambil bersiap siap di samping bawah meja, untuk kemungkinan yang terburuk,..


Alhamdulillah semua terlewati,. Seseorang langsung tuning chanel untuk melihat kejadian dari mana sumbernya,..

“ Gempa berkekuatan 7.3 skl, dengan sumber di 30 km arah barat daya Tasik Malaya,.

Sedikit tersentak menjadari itu lokalan Pangandaran,..

Aku cari telepon seseorang di pangandaran

“ iyha berasa besar sekali gempanya, ibu ibu juga sudah pada berlarian keluar , tapi bapak bapaknya lari ke laut,.. “

“ lho koq, malah ke laut pak,..” tanyaku bingung

“ iyha kalau kejadian Tzunami, air laut akan tersedot dulu ke tengah, selang waktu dari jauh kelihatan deru dan gelombang yang tinggi, Ini mah Insya Alloh ga terjadi Tzunami, Pangandaran aman aman aja, sepertinya sumbernya arah Tasik dan Cianjur “

“ Yha Syukurlah, kalau aman aman saja,.. Salam buat Ibu dan keluarga pak, semoga tidak terjadi lagi Tzunami pak ,..”



Kemudian aku telp temanku di Tasik

“ Alhamdulillah pada sehat ,…..”jawab seseorang diseberang sana.

“……………….”

“……………”



Aku sisir kearah baratnya, ku hubungi temaanku di pameungpeuk,.

“ tut,.. tut,…

”tut,… tut,… tut,.. “

Begitu berkali, sampai setelah Sholat Ashar,

Kucoba beberapa kali,.. NIhil,..



Atas Info media, kucucokkan titik derajat LT dan LS nya dengan Google word,..

“ wach ini mah, deket banget dengan pameung peuk “,.

Sampai Jam Kerjaku usai, aku belum bisa menghubungi temanku disana,.

Terpikir, disini yang jaraknya sekian ratus km, begitu berasa, Jakarta yang jaraknya tambah jauh, juga begitu panikknya,..

Bagaimana dengan kalian di Pameungpeuk, yang aku tau persis,..

Rumahmu berhadapan dengan laut lepas,.. tak lebih dari dua ratus meteran dari bibir pantainya,dan hanya dibatasi dan dibentengi dengan jalan raya Dandels

Rasa Kekhawatiran akan temanku, terus membuatku resah,..

Jam 21.40 Rumahku

Selepas Sholat Isya dan Tarawih kucoba hubungi lagi temanku,.

“ Saya lagi di pengungsian . di lapangan terbuka,. Rumah Hancur,..Keluarga alhamdulillah sehat.. “

“ yha Syukurlah,.. yang penting keluarga pada sehat,.. “



Termenung aku, sembari membayangkan lokasimu,..

Ku ambil HP ku ku forward ke sebagian temans

Jam 21.50,

Kutulis di Keypad HP ku

.“ Assalamu’alaikum wr wb ,…Innalilahi wa ina illaihi rojiun, Telah terjadi Gempa yang cukup besar, di Tasik Malaya tepatnya di Pamengpeuk,. Disana ada rekan kita EF ex TKPK, saat ini rumah hancur,.. dan Alhamdulillah keluarganya sehat semua, saat ini beliau ada di pengungsian Mungkin ada yang mau menyapa dia, ( aku berikan no HP nya ),atau memberikan sesuatu untuk meringankan beban mereka.” tulisku di SMS



Jam 22.05

Seseorang langsung respon ,. Terima kasih pak TI boss kecil yang saat ini masih sering menghubungiku,.menanyakan kabarku.

“Terima kasih Pak Semoga Kebaikan Bapak mendapat Balasan dari Alloh SWT” Ku Replay respon tsb



Jam 22.17 sms dari Boss SW

“ Saya sudah ngobrol dengan dia, sekarang di pengungsian daerah CIBALONG SELATAN, yang merupakan daerah paling rawan, rumah dia hancur luluh,.. siapa yang berminat Ulur tangan Insya Alloh menjadi nilai ibadah yang MULIA” seseorang merespon SMS ku, yang ini dari Boss ku SW yang sudah bergeser lokasi kerjanya,.

“ Yha pak trima kasih, moga besok bisa dikoord di CBI “ Rplayku



Televisi dan berita malam masih kupelototi, meski tdk mendapat berita yang kuharapkan,..

Lepas tengah malam, aku baru rebahkan badanku untuk beristirahat,..

“ yha Robb,.. semoga ENGKAU beri kesehatan untuk temanku dan KAU berikan kesabaran buat semua.



Kamis 3 Sept 2009

Jam 08.30 Gd OPMC ruangan kantorku,.

Sebagian Sibuk masih berbincang dan bercerita kejadian kemarin,.

Hatiku masih luluh, sedih mencemaskan dan memikirkan kondisi temanku,..

Kubuka Intranetku,.. Login,… Kusebarkan berita musibah yang dialami temanku, dengan harapan ada yang bisa meringankan beban yang diderita atas musibah ini,…





Jumat 4 sept 2009

Jam 03.15 Menjelang Sahur,.

Kubuka HP kulihat kiriman MMS tanpa kata ,…..

Hanya,….

Tergambar Rumahmu,…


…………

Jam 10.45

Dari pagi sampai saat ini, beberapa kali aku sempat hubungi HP mu,.. namun tak berhasil,..

Semoga Kalian Sehat sehat saja disana,..

Yha Robbana, berikanlah kekuatan dan Kesehatan bagi saudara kami disana yang sedang dilanda musibah,… semoga mereka bisa sabar untuk mendapat keberkahan MU,.

Selasa, 01 September 2009

PENDAKIAN YANG MELELAHKAN MENCAPAI PUNCAK GN KERINCI 3805 MDPL

Senin 18 Mei 2009
Jam 05.15 Home stay Bu Paiman Kayu Aro Jambi
Kokok ayam jantan bu paiman dan Pengap di kamarku memaksa hidung ku untuk bersin dan turun dari kamar sekalian Sekalian Sholat Subuh,.
Sepintas tercium bau wangi khas tempe di goreng, aku melirik kearah dapur,..

Rupanya sudah terlihat kesibukan disitu, empat orang ibu dengan keasyikan didepan kompor dan penggorengannnya,.

Basa basi kuminta segelas teh manis, sembari kutanyakan kondisi gunung sebelumnya,.
Kureguk teh manis sembari menatap awan yang kemerahan di kejauhan dibentangan perkebunan teh yang begitu luas menghijau,.
Subhanalloh,..

Begitu nikmatnya kurasakan pagi ini, duduk di teras atas sambil memandang keluasan yang menghijau, angin dingin yang sepoi sepoi, sebongkah Gunung yang begitu perkasa yang sebentar sebentar, menyemburkan asap putih dipuncak nya,..
Kontradiksi, antara keinginan dan kengerian,.

Jam 07.30
Keinginan untuk bergerak, tak bisa kutahan,.
Kusuri tengah perkebunan, tembus perkampungan, sendiri menikmati basah embun dan hangat mentari,.
Kusapa bapak sais pedati sapi,..
Kumohonkanm permintaan ku untuk bisa ikut ke ladang mengendarai Sais tersebut,.
Alhamdulillah,.
Kesampaian juga naik pedati sapi di tanah seberang, tanah Sumatra,..
Namun agak kaget setelah berbincang,..
“ ikut sampai ladang boleh pak “ tanyaku sopan.
“ monggo,.. “
“ monggo,..? “ tak sadar berucap,.
“. Monggo nek meh melu “
“ lho kok boso jowo tho pak “
“ lha wong kene, ngomong jowo kabeh mas “ katanya pula
“ oo, ooo ,.. “
Gerbang pendakian terlewati, ada patung harimau yang sedang mengaum seakan mengingatkan kepada pengunjung.
Selamat datang di area perburuanku, aku masih ada disini
Sayang patungnya sudah agak rusak dan kotor namun keangkerannnya masih terpampang jelas.
Jam 08.30
Kepastian untuk berangkat pendakian Pagi ini, belum ada keputusan
Beberapa panita menyebar untuk mengurus ijin dan mencari informasi,.
Akupun keluar berjalan kearah kampun di pinggir perkebunan,.
Kutemukan kampung,..
” permisi pak, mau jalan jalan,..”
“ Monggo, mau naik tho mas “ katanya
“ rencana sich, tapi belum dapet ijin,.
“ wong gunung e isih watuk, koq mas,. Wong kene we do ra wani ngladang wingi “

Ngobrol ngobrol dengan modal bahasa jawaku, semakin mengakrabkan kami,.
“ Satu kampung ini bedol desa dari jawa tengah, purworejo, pituruh desanya,..”,.
“ lho sejak kapan, pak,.. trus nate kondur njawi “
“ Wis telu generasi luwih “..
“ Sering tindak njawi , pinten putranipun pak “.
“ nang kene ngomong boso jowo, tapi ojo boso, bioso wae “
“ Nyuwun sewu, wong sampun biasa, kulo manawi kalian tiang sepuh, nggih boso pak “
“ wis lah malah ora ngerti, mas “
Aku Cuma mesem, jauh jauh naik bus tiga hari dua malam, ketemunya orang jawa satu kampung juga, dah itu gak bisa di ajak ngomong jawa bagus,..

Jam 10.00
Aku kembali ke home stay, panitia dan peserta sebagian pada kumpul meski gak jelas kegiatannya,
Aku ambil sarapan yang sudah tersedia, nasi, tumis kangkung, ayam goreng dan tempe goreng hangat,.. gurihnya,..


Jam 14.00
Keputusan pendakian belum juga didapat, buat ngisi waktu aku dan team kecil nongkrong di perkebunan teh mbari main layangan dan makan baso.
Gunung sebagian sudah tertutup kabut tebal.

Jam 17.30
“ siap siap packing, jam 21.00 kita nanjak”,..
“ Seerrrrr , semangatku melonjak, kumasuki kamar buat packing, kutatap sejenak Gunung Kerinci di sebrang di jendelaku, tetap saja diam penuh misteri .

Jam 21.00
Bus mengantar rombongan sampai pintu rimba,
Kami pun berjalan mendaki sesuai urutan regu, aku ada di regu ke tujuh, limayan belakang, soalnya dibelakang Cuma ada dua regu dan team sweaper.
Setengah jam perjalanan, medan tempuh masih nyaman dengan sedikit tanjakan dan tanah gambut yang membal, khas aroma malam dan bunga rumput tercium merangsang.

22.10
Team kami berhenti sejenak,..
Ada suara aneh yang menggangu telinga seseorang,.
Seluruh peserta diam,..
“ mggggghhhh “
Sepi lagi, Cuma suara belalang malam yang masih menggesekan sayapnya
“ mggggghh ,… mgghhhh “
Semua mendengar, dan semua yakin itu bukan suara harimau,.
Perjalanan pun dilanjutkan.

23.15
Jalanan yang tadinya nyaman berubah, tanjakan demi tanjakan panjang memaksa rombongan kami tertinggal jauh oleh rombongan didepannya.
Kami harus melewati akar dan tanyakan yang condong ke vertical, setapak demi setapak.

23.45 Shelter 1
Peserta yang sudah duluan, masih menunggu rombongan kami dan dibelakangnya,. Kamipun buka perbekalan, nasi bungkus khas bu Paiman, Rendang dan tempe goreng,..

Selasa 19 mei 2009 ,
00.15 di kelebatan Hutan Perawan Gn Kerinci
Lepas dari shelter 1, langsung dihadapkan pada tanjakan panjang, Debu debu dari kupasan pohon yang kering, kantuk, medan yang melelahkan,. Menjadikan team kecil kami yang berjumlah lima orang semakin tertingal rombongan depan.
Ketabahan, ketidak tau an medan, kepekatan hutan , memaksa kami terus berjalan
Meski terengah meski tersuruk suruk,..

01.30
Rasa kantuk yang semakin tak tertahan, down mental melihat jalur yang pendakian yang kian extreme , kesunyian yang memekak memaksa team kecil ini menunda perjalanan beberapa waktu, nylonjor di pinggir jalur pendakian untuk menunggu rombongan dibelakang, karena kami pikir tak bakalan mampu mengejar rombongan depan.

Lima belas menit an berlalu, kesunyian semakin memekakkan telinga, tanda tanda dan suara rombongan belakang tak terdengar,.. dengan gontai dan sisa semangat yang ada karena ngantuk, team melanjutkan perjalanan, menanjak kembali dan menyuri lorong lorong hutan yang kian lebat dan jalur pendakian berupa selokan selokan sempit.

02.15
Semua menyerah, pasrah pada keadaan dan suasana yang begitu asing,
Rimba Kerinci menjadi naungan kami, kami rebah tanpa alas dan tanpa atap , lelah kami mendorong kami untuk lelap meski tanpa tenda,….
( disini ada cerita aneh yang didapat kan seseorang , tapi moga itu hanya ilusi atau pun mimpi di kesunyian ini )

05.10
Dingin yang menusuk memaksaku bangun, Kulihat sekelilingku,..lima orang temanku tetap meringkuk , kupakai sarungku untuk menutupi seluruh tubuh, kusilakan kakiku,..
Ku ikhlaskan hatiku untuk menghadap MU yha Robb,…

05.30
Beberapa orang terbangun, perbekalan dibongkar, teh hangat dan indomie rebus menjadi penghangat kami di pagi ini.

07.15
Seorang panitia menyusul, kaget melihat kami bermalam disini,. Harapan kami semalam menunggu rombongan dibelakang ternyata percuma, rupanya team yang dibelakang tidak meneruskan perjalanan , semuanya membuka tenda di pos satu karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan untuk terus berjalan dan mendaki.

07.30
Bertujuh akhirnya kami meneruskan perjalanan
Perjalanan langsung dihadapkan pada tanjakan demi tanjakan,..
Begitu,,… dan begitu ,..
Beban dipunggung dan medan yang extreme menjadikan rombongan kami terpecah,..
Aku dibelakang mengawal dua orang teman ku yang sudah mulai sempoyongan karena beban dipunggung dan medan yang semakin extreme,.

Jalur yang kami hadapi adalah tangga bebatuan cadas dan tanah yang tingginya kadang kadang lebih dari kepala sehingga harus bergelantungan dengan webbing yang sudah dipasang rombongan depan,..
Hutan yang demikian rapat dengan pepohonan yang begitu besarnya, akar yang berserakan yang memaksa kami harus melompatinya,….
Semak yang begitu rapat, sehingga kami harus merangkak melewati terowongannya,.
Celah yang sempit pas ukuran kaki dengan kedalaman satu meteran,..
Lengkap kondisi jalur pendakian ini,..

09.30 Dikesendirian dalam kerapatan hutan
“ glegggeeeerrrrrr,.. ada bunyi aneh yang kurasakan saat itu,.
Sempet terpikir “ kok ada bunyi ombak diatas gunung “
“ gleggggerrrrr “ ada lagi,..
Baru kusadari , itu bunyi perut Kerinci yang memuntahkan laharnya,.
Aku tersentak, ku percepat langklahku menyusul rombonganku didepan,..
“ gleggggggerrrrrr “ bunyi lagi
“ diem, rasain dech,..” kata temanku
“ ooo,… ada gempanya lho “ kataku
Teman ku tersenyum dan mengangukkan kepala.
Suara itu pun semakin sering terdengar hingga kemudian hilang tak berulang,.
Dan kami tetap setia merambah hutan dengan pepohonan yang begitu besar dan lebat, melompat diantara akar akar yang menutup jalur pendakian kami.

http://www.picasaweb.google.com/lengking234/SUMmitMtKerINci3805Mdpl02#

Kamis, 27 Agustus 2009

Perjalanan panjang dan melelahkan mencapai puncak gunung Kerinci.

Sabtu 16 Mei 2009
05.15 setelah Sholat Subuh.
Kustater mobil katana tua ku yang selalu menemani dan mengantarku beraktifitas, pagi ini jam tujuh tepat, aku sudah harus di basecamp Jejak Outdoor Activity untuk memulai perjalanan panjang menuju puncak gunung Kerinci di Sumatra.
05.30. Bismillahirrohmaanirrokhiim
Bertiga dengan Adikku, aku menyibak pagi menyongsong bias bias sinar matahari pagi, kusemangati lagi jiwaku untuk membayar pendakian kali ini.
Kumulai perjalanan panjang memelahkan mencapai puncak gunung kerinci.

06.15 Base Camp Jejak Outdoor Activity.
Sebagian peserta sudak berkumpul dan sibuk mempacking, terlihat disana sini carier yang penuh berisi, terasa berat kelihatannya.
Kumasuki ruang regrestrasi sembari menyalami seluruh peserta yang kulewati, kutemukan kelompok ku, Cahyo si rambut Gimbal yang menjadi ketua Team kami, Pasangan muda Daniel dan Lisa, juga pengantin baru si Novie yang masih imut.
Akupun bergabung dengan kesibukan packing .
Ruangan dan Halaman Basecamp Jejak Outdoor Activity, dipenuhi wajah wajah keoptimisan untuk pendakian Puncak Gunung Kerinci di ketinggian 3805 Mdpl, dengan perjalanan panjang overland 10 hari,….
Welehhh,.
Welleh,,.. belum berangkat juga, rasa rasa sudah terbayangkan capenya, tapi keoptimisan dan semangat mengalahkan bayangan yang melelahkan itu.

06.45 Base Camp
Peserta sudah mulai menyandang carier yang rata rata besar dan tingginya melewati kepala masings, aku pun melakukan yang sama carrier Eiger Dyno 70+5 ltr, dengan berat mencapai 25 Kg ku sandang dipunggung ditambah gelendotan day pack didada depanku,… Wuihhhh,.. serunya,.
Menunggu waktu pemberangkatan, aku sempatkan untuk berbincang dan mengobrol dengan pendaki sepuh Mbah No yang saat ini berumur 81 tahun, Pendaki tertua di Indonesia yang di usulkan oleh Muri certifikat.
Sejenak terasa betapa mudanya aku dibanding beliau, berharap semoga jika disaat usiaku nanti mencapai seperti beliau, semoga aku pun masih sanggup melaksanakan pendakian,..
07.30 Bus Pariwisata Safari
Bergerak meninggalkan Jln. KR Rajiman Klender Kearah Pulogadung tersendat sedikit dan memasuki Jalan Toll Kota, Dingin nya AC di bus ini.
Akupun terlelap,.
Pulas,..
11.15 Pintu Gerbang Pelabuhan Merak.
Terlihat Truck yang berjajar didepan Bus kami, aku pun ngulet, sembari membayangkan perjalanan,.
Minggu kemarin aku juga disini, pelabuhan Merak, lampung, pulang pergi untuk bezuk Boss kantorku yang kena musibah kecelakaan, ketemu temanku dengan semburat lelahnya. Moga hari ini kalian tetap sehat dan semangat seperti semangatku melangkahkan kakiku untuk pendakian ini.

11.30 Kapal Ferry Tanah Jawa – Sumatra.
Kucoba melebur ke seluruh peserta, dengan ngobrol sana sini, sepertinya semua masih sama sama canggung, kecuali beberapa team yang sudah sering melakukan perjalan bersama,
Kucoba memperbendaharai otakku dengan mengenal nama masings peserta , kuikuti sejenak irama muda mereka,.
Lambannya dan panas cuaca penyeberangan ini, membuat sebagian peserta jenuh, lesu duduk di bangku tunggu,.
Kucoba pompa juga semangatku yang sudah mulai jenuh, dengan mengambil air Wudhu dan melaksanakan Sholat Jama’ Qoshor. Rebahan sebentar di Musholla, kembali jenuh, mendekati bapak tua yang kelihatannya punya semangat ngobrol dan bercerita,..
Lumayan lebih dari setengah jam di certain kondisi Sumatra dan Gunung Kerinci Khususnya.
Terima kasih pak, Informasi yang begitu bermanfaat kurasakan setelah pendakian itu selesai.

13.10
Kulihat kembali Gapura selamat datang LAMPUNG diatas bukit, baru kusadari betapa gagahnya jika ini terlihat gamblang ,berbeda saat kemarin aku lihat hanya lampu dengan pijarnya membentuk kata LAMPUNG sementara disekitarnya begitu pekat.
Alhamdulillah, telah kusebrangi selat sunda, kutapaki kembali tanah sebrang, Pulau Sumatra.
Kunikmati kembali perjalanan kemarin menyusuri jalanan Lampung dengan terkantuk dan tertidur sebentar,.. sebentar,..

19.30
Rehat sebentar Untuk Sholat dan Makan di RM Siang Malam, aku pesan ikan asem pade, nambah,..
………………..
………….
……………………
Tea manis pendorong Ikan asem pade tak berfungsi banyak, rupanya karena tiupan AC bus yang lumayan menggigit dan gelap yang selalu dilewati menjadikan kantuk tetap selalu menyerang rombongan
Zzzzzzzzzzzzzz,,………..

Minggu 17 Mei 2009
Terbangun saat subuh, gak tau dimana,.
Yang kelihatan Cuma hutan dan rumah rumah panggung transmigran,.
Liku liku jalanan
Terlewat lahat, bukit tinggi,..
Masih aja pemandangan tentang rimbun nya hutan dan jalan yang berliku,..
Itu lagi
Itu lagi,..
Lelap,..
Pules,..
Kebangun,…
Lelap lagi,..
Kebangun lagi,..
Ech ada pemandangan yang mengassyikkan ditengah hutan,.
Ada Rel kereta api yang memanjang dan berliku,.
Aku paksakan mata ngantuk dan tubuh lesuku mengikuti panjangnya rel kereta api yang membentang disepankang kiri jalan raya,.
Sempetterbayang dan terangankan untuk menyusuri rel kereta api tersebut sampai diujungnya,… naik kereta api tentunya,.. tapi di mana stasiun awalnya dan dimana aku harus berhenti yha,...
Melamun,…
Ach nikmatnya naik kereta api ditengah hutan,..
Terilusi kereta api yunion express yang dinaiki para hippies di western sana,….
Lelap lagi dech,..
14.15 Sampailah di Bangko ( gat au kota apa kecamatan ), yang pasti disini rehat buat Ishoma, makan nasi padang lagi,… pedes lagi…. yach lumayan buat penyemangat. Mata yang ngantuk dan badan yang dah lesu.

15.00
Rombongan berangkat kembali, kali ini tidak mengikuti jalan utama, tapi masuk ke kiri melalui jalan alternatip , langsung dihadapkan hutan yang lumayan lebat dan rumah khas penduduk Bangko,. Panggung beratap rumbia dan berjarak.
Jalanan cukup mulus meski sempit dan tetap aja berliku,.
Dengan panorama hutan yang rimbun dan kotor tak terjamah,..
Terlintas sejenak film Apocalypto,………….
………. Terlintas lagi……. film Anaconda
serapat itukah hutan dalamnya,……
Sampai terlintas angan dan niat untuk penelusuran hutan di Kalimantan,.
Kapan yha,.
Insya Alloh, semoga masih ada sisa waktu dan semangat,….

Wach ada pemandangan yang mengasyikkan,..
Di sisi kiriku di tengah jurang yang dalam dan Rimbun hutan, ada sungai yang yang mengalir,…
Jernih,…
Sesekali terlihat Riak putihnya terpecah bebatuan,..
Sepi,..
Sendiri,..
Begitu nyaman dan damainya kurasakan kehijauannya.
Terbayang binatang binatang degan nyamannya menundukkkan kepala, mendecapkan lidahnya untuk meminum sumber kehidupan ini,..
………..
………………….
Begitu lama, dan begitu panjang kunikmati angan dan lamunan tentang kedamaian kehidupan disekitar Sungai itu, ….

Stoppppp,…
Aku agak kaget.
Rupanya serombongan Monyet menyebarangi jalan,.. kulihat seekor yang paling besar menyeringai, terlihat taring yang begitu runcing dan runcing,.
Kulihat lagi seekor induk yang mengendong anaknya diantara puluhan ekor yang menyeberang jalan,.
Si Jantan itu terus menyeringai, sampai kami lewati rombongan nya yang terus menonton kami.
Jalanan masih sama, menembus hutan sampai langit berubah menjadi keabu abu an, dan Sungai itu masih tetap berkelok di bawahku, akupun masih menyatu dengan angan angan kesunyian disitu,..
………..
………………….
“ Woiiii ada pelangi
Lihat bidadari Sumatra sedang turun mandi “ Seseorang didepan berteriak,.
Subhanalloh, indahnya warna pelangi yang muncul dan berakhir di kerimbunan hijaunya Rimba.,…
Aku pandangi sejauh jauhnya, pelangi tersebut, sampai langit berubah menjadi abu abu gelap dan pekat kembali,..
……..
………..
“ Bangun,.. Bangun,… Sampai,…Sampai,….” Teriakan Panitia membangunkan peserta yang masih pules.
Wach Sampai dimana pikirku,..
Yang ada cuma ladang teh dikegelapan yang kelihatan rapi sejauh mata memandang,..

21.15 waktu di QQ ku
Bus parkir ditengah perkebunan teh, sebagian langsung turun, aku masih agak malas sebetulnya, kaki dan pantatku masih lumayan panas dan pegel,.
“ Turun,.. Turun,.., perlengkapan turun semua,. “
Dengan malas aku turun juga,
Sssrrrrrrttttrrrr,….
Angin malam langsung menyapa tubuhku,..
Weeerrrrr, dinginnya,.. lebih dingin dari bus ac rupanya,..
“ lihat,.. lihat,.. “
Aku pun mengikuti arah petunjuk seseorang yang berteriak diujung,..
Subhanalloh,..
Segugus Gunung yang begitu besar, tegar didepanku, begitu perkasanya,. begitu misterinya di liputi langit yang pekat ke hitaman,..
AllohhuAkbar,..
Warna merah tiba tiba menerangi puncaknya,
Ada lagi,…
Rupanya Gunung Kerinciku sedang mengeluarkan hembusan awan panas dan muntahan batu material disana,..

22.15 Home Stay Paiman Kresik Tuo
Sebagian peserta dan panitia, masih melakukan koordinasi beberapa kemungkinan, melihat gelagat yang kurang bersahabat pada pendakian ini,..
Gunung Kerinci 3805 mdpl, masih batuk dan menjadi, bahkan dua hari kemarin hujan abunya sampai di lereng, dan hujan batu pada radius tiga ratus meter.
Keputusan didapat,..
Besok pagi sebagian akan melihat kronologis dan evaluasi di BMG,.
Siapa tau, ticket pendakian masih bisa dipakai,..
Peserta Bubar,..
Aku masih sempatkan keluar,..
Memandang di kejauhan,.
Memandang dikegelapan,..
Memandang Gunung yang sedang bergolak berkali mengeluarkan warna jingga menyala,..
……..

Dingin yang menusuk,..
Sepi yang kian menghantui, memaksa aku masuk ke kamar untuk merenung sejenak,.
Berdo'a memohon kekuatan dan kemudahan langkahku mencapai puncak Kerinci, satu angan angan yang tertunda di waktu muda ku dulu,...

Senin, 01 Juni 2009

SUMmit mt kerINci 3805 mdpl

Membayar hutang tertunda, pendakian masa moeda doeloe,.
Kamis 14 Mei 2009
Ruang rehat keluarga, sudah seperti layaknya outlet barang bekas,perlengkapan Outdoor berserakan memenuhi ruangan itu,.
Saat ini aku lagi packing untuk pendakian ke Gunung Kerinci Sumatra pada ketinggian 3805 mdpl,.

Persiapan yang telah aku lakukan sejak adanya pemberitauan di awal tahun lalu, menyemangati nyali dan latihan phisikku, tak segan aku gowes sepedaku seminggu dua kali ke kantor , test dengkul muncak ke sindoro dan jalan minggu pagi rutin di pasar kaget Cibinong,..

Kutatap dalam schedule JEJAK Adventures ectivity “ PENDAKIAN BERSAMA ke 8 MT KERINCI 3805 MDPL “
Satu demi satu perlengkapan yang kira kira dibutuhkan aku masukkan tas kresek plastic untuk dipacking, termasuk tenda doom ku dan sleepingh bag Avtech yang cukup berat,...
Siip semua terpacking dalam Carrier Abu EIGER Dyno 70+5 ku , yang akan aku taruh dan titipkan di basecamp besok pagi,,..

Jumat 15 Mei 2009
Pagi setelah olah raga rutin dikantorku, aku meluncur ke basecamp JEJAK untuk naruh carrier agar nanti malam aku berangkat tanpa beban pungungku….
Jam, 20.30
Aku masih dirumah saat aku pamit ke tetangga untuk nitip rumah, datang pak RT yang akhirnya mengajak ngobrol sampe larut, dan aku batal berangkat ke basecamp untuk cek logistic regu.

Rabu, 22 April 2009

KERINCI 22/04/09

karena aktivitas meningkat, kabarnya pendakian ke kerinci akan ditutup untuk sementara waktu
JAMBI--MI: Aktivitas Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang kian kuat dengan mengeluarkan letusan disertai semburan abu vulkanik, tidak membuat penduduk yang tinggal di kaki gunung itu cemas.
Bahkan sebagian warga yang hidup sebagai petani menyambut letusan material dari perut gunung sebagai berkah, karena bakal menambah kesuburan lahan pertanian mereka.
"Kalau meletus habis (dahsyat) ya takut. Ini kan tidak. Seperti yang terja
di Senin (20/4) dini hari, hanya letusan kecil dan sering terjadi beberapa tahun sekali. Biasanya, setelah terjadi letusan, lahan pertanian kami bertambah subur, berkat siraman debu vulkanik," kata Depati Abul As, salah seorang pemuka masyarakat Kabupaten Kerinci, Selasa (21/4).
Pada Selasa dini hari gunung api tertinggi di Sumatra (3.805 meter di atas permukaan laut) sempat mengagetkan warga, karena mengeluarkan bunyi letusan kuat disertai getaran di sekitarnya. Dari kawah berbentuk kerucut dengan ukuran penampang atas 600 meter x 580 meter itu keluar semburan asap tebal berwarna merah kehitaman
.

Pada saat kejadian, warga sempat khawatir, terutama mereka yang berada paling dekat dengan gunung tersebut, yakni warga Kecamatan Kayuaro dan Kecamatan Gunungtujuh. Sebagian warga keluar rumah dan bergerombol di tengah jalan raya untuk menyaksikan peristiwa gunung api yang berada di kawasan Bukit Barisan tersebut.
Kepala Pos Pemantau Gunung Api Kayuaro Kerinci Eri Prasetiyo mengatakan letusan Gunung Kerinci terjadi berkesinambungan sejak Senin pukul 22.00 hingga Selasa pukul 02.30 WIB.
Menurutnya, kurun waktu antara lima sampai 10 tahun merupakan periode Gunung Kerinci mengeluarkan letusan. Ia mengimbau warga agar tidak panik karena letusan tidak membahayakan.
Kendati demikian, ia meminta aktivitas pendakian ke gunung tersebut untuk sementara dihentikan.
Sementara itu, Kepala bagian Informasi dan Komunikasi Kabupaten Kerinci Amir Syam mengharapkan pengawas gunung api melakukan pengkajian lebih teliti terhadap aktivitas Gunung Kerinci. Hal itu perlu dilakukan karena perilaku alam sulit ditebak.
"Pak Bupati sudah berkoordinasi dengan pihak vulkanologi berkaitan dengan aktivitas Gunung Kerinci yang ditetapkan berstatus waspada. Hari ini pihak vulkanologi dari Sumatra Barat sudah bergerak ke Kerinci," kata Amir. (SL/OL-01)

Jumat, 03 April 2009

test Nafas di DIEng

Rabu : 16.00 Setelah Sholat Ashar. Gd OPMC
Rencana Keberangkatan untuk warming up menuju Gn Sindoro Jawa tengah, tertunda dengan tebal gelapnya mendung, kencangnya tiupan angin dan derasnya hujan di sekitaran Cibinong.
Aku coba menghubungi temans lapangan yang ada di sekitaran jalurkyu, ternyata Hujan deras juga menguyur sepanjang jalurku.
Rencana berangkatku yang tadinya Setelah Sholat ashar, sudah molor lebih dari tiga puluh menitan, untung ada temanku yang baik hati, mau mengantarku menembus pekatnya mendung dan derasnya hujan.
Tadinya aku ga tega, namun karena dia bersikukuh dengan ketulusan ingin mengantarku, akhirnya aku terima juga.
“ Gak apa apa paling ini terakhir aku anterin kamu,..” dan bahkan aku dianterin sampai Pintu Toll Citeureup, padahal tadinya aku Cuma pengin diantar sampai jalan raya tempat angkot menginggat waktu yang sudah sore, dan waktu persiapan pulang untuk temans kantorku. Terima kasih Sahabat, semoga ketulusan mu mendapat balasan dari Alloh SWT.


Akupun langsung naik Bus jurusan bekasi dan Turun di halte UKI, kemudian menyambung mikrolet 06 A menuju St Jatinegara.
Angkutan ini terpilih, karena aku mengajak seseorang, yang ingin sekali merasakan naik kereta ke Jawa.
Apa yang aku takutkan terbukti, di kaca loket terbaca “ TEMPAT DUDUK HABIS “Sedangkan aku ga tega, menjamu teman yang ingin merasakan kereta api, tapi harus ngglongsor di bawah bangku diantara pulas nya oranges yang lelap.
Tanpa malu malu, aku samperin satpam stasiun, aku minta dua tempat duduk,..
“ Baca tuch di loket aja “ jawabnya ketus.
“ Pak tolong dong pak,..
sambari aku keluarkan dua lembaran uang kertas merah ratusan “ Tunggu sini yha,..” sembari menerima uangku dan berjalan kearah pintu masuk.

Jam18.15 St Jatinegara.
Setelah Melaksanakan Sholat Magrib dan Isya dijama’, aku bergeser ke peron untuk menunggu Kereta Api Sawunggalih Jurusan Purworejo, Tujuan pertamaku untuk bersilaturahmi dengan orang tuaku dan kakak ku,.
Disini aku temukan satu team, dengan enam orang yang mau mengadakan perjalanan ke bandung sepertinya Cuma ingin menghabiskan waktu liburan,
Aku sempat ajak bersama untuk mendaki Gn sindoro, tapi mereka menolak,.
Yha lah ati ati kawan, semoga sehat selamat sampai tujuan dan kembali di tengah keluarga masings.

Jam 19.20 Kereta Api Sawnggalih, datang.
Kami bergegas menaiki dan mencari tempat duduk, di Kereta tujuh nomor sepuluh,..
Alhamdulillah, dapat duduk juga meski dengan anggaran tambahan dan kontradiksi di hatiku. Keretapun melaju meningalakan St Jatinegara menuju kearah timur tujuan Kutoarjo.



Jam 04.10 St Kutoarjo
Peluit Panjang kereta memaksa kami untuk keluar dari kereta, padahal mata masih sembab karena hanya bisa tidur ayam ayam.
Kami lansung menuju ke Mushola , untuk menunggu waktu Sholat Subuh.

Jam 05.20 Ds Tegal Gondho
Rupanya Pintu belum terbuka karena masih lumayan gelap, dan aku pun juga males untuk ketuk ketuk pintu, padahal aku yakin di ruangan belakang sudah ada kegiatan.
Akhirnya setelah meletakkan barang barang bawaanku, aku berkeliling halaman untuk melihat lihat Susana pagi ini,
Kebetulan tetangga samping rumah, sudah ada yang diluar, jadi aku bisa ngobrol dengan beliau,.

Jam 05.40
“ lhoo,.. ada sapa yha,.. omm,.. omm,.. omm koko yha,.. dimana yha omm,.. “ terdengar teriakan kakak iparku, yang mencariku.
Karena dia yakin, Cuma aku yang punya kebiasaan membawa carrier besar, meletakkannya kemudian berjalan jalan ke sekeliling.
Akupun memasuki rumah orang tua ku, Ibu mertua embah dari anak anakku,. Wanita yang sudah sepuh berumur lebih dari delapan puluh tahun, masih tegar dan kuat meski memorinya sudah banyak yang hilang,..
Ku rengkuh tangannnya, kusalami dan kucium tangannya,..
Agak kaget menatapku yang datang tiba tiba,..
Aku pun haru menatap di mata sepuhnya yang mulai berkaca kaca,.
………………
……………………….


Jam. 20.20
Aku stater motor kakakku untuk melihat suasana malam, berdua kami bergerak kearah timur menuju Purworejo, ke rumah kakakku juga,..
Lanjut melihat situasi malam di alun alun Purworejo, mencicipi hangatnya Bebek Goreng dan Rica Rica Entog,…
Balik dech,..

Jam 08.30..
Setelah berpamitan dengan orang tua ku dan pembantu yang setia menemaninya,.. aku bergerak ke Kledung, basecamp pendakian Sindoro.
Perjalanan dari Purworejo menuju kea rah wonosobo, lumayan mengasyikkan,..
Penumpang yang berjubel,…
Jalan yang berliku,..
Tanjakan,..
Lumayan komplitlah buat penyemangat pendakian,..




Jam 12.15
Turun di Kretek dan nyambung lagi kearah magelang untuk menuju basecamp pendakian Gn Sindoro di Kledung.

Jam12.30 kami turun di basecamp, istirahat sebentar untuk melihat panorama siang ini,
Dihadapan terhampar jelas Gn sumbing tertutup kabut dan mendung yang lumayan tebal.

Akhirnya setelah melaksanakan Sholat Dzuhur, bergerak menuju basecamp grasindo rupanya ada regu lain yg sudah ada disitu, ada delapan orang pendaki yang baru turun dari Puncak Sindoro.

Bersalam salam dan bercerita sebentar sembari menghabiskan makan siang ditengah kelelahan mereka

Menunggu waktu yang dijanjikan potter untuk mulai pendakian di kisaran jam lima, kami habiskan waktu untuk mencari perlengkapan di kota Parakan.

Jam 16.45 Kledung
Mendung tebal dan angin yang kencang, meragukan langkah ini untuk melakukan pendakian .
Setelah berbincang sebentar dengan sang porter yang juga meragukan mengingat cuaca yang kurang mendukung, ambil inisiatip untuk rubah jalur , Rekreasi ke Dieng ,..
Kejar Bus, basah basahan menembus hujan yang lumayan lebat ,..

Nyatanya,..
Seperempat jam lebih menunggu di emperan kios, angkutan jurusan dieng belum tak ada yang muncul,..
Tanya sana tanya sini,.
“ udah ngga ada mas,.. hujan gini, bukan malem libur, tadi terakhir sampe jam lima an “..
Nasib,..
Gagal nanjak,.. terbayang masak indomie di kedinginan dieng malam ini, kandas,.. “

Terdampar juga di Wonosobo akhirnya,..
Lumayan dapet kamar kosong dan nasi babat goreng di rumah kakak

Jam 06.45. Tanpa mandi bergegas merapikan carrier, cabut ke Dieng,.

Jam 07.30 napak di dieng, cari penginapan buat basecamp, naruh carrier,..
Nyusur jalan arah selatan ke telaga warna , melewai Brigade hijau BKPH Wonosobo, Nanjak satu bukit mengikuti para petani yang memikul pupuk , buat nikmati telaga warna dari bukit sebelah kiri,.
Dari ketinggian ini terlihat disisi timur, adalah bebukitan ladang kentang yang menhijau siiap panen dan di lembah nya terlihat meliuk liuk jalan raya wonosobo menuju dieng
Disisi utara deretan bukit yang menghijau dibentengi gn pangamun amun dengan menera tower dipuncaknya, teringat sejenak lima belas tahun yang lalu aku pernah menuju taget itu untuk melihat padang edelwis dan gua yang dipenuhi bekas tapak tapak macan.
Agak kebarat, terpampang panorama dengan Masjid Jami warna putih ditengah rumah penduduk yang bertatap seng, dan di kejauhannnya terlihat kepulan asap putih yang membubung.
Brgeser sedikit kekiri terlihat kecil kecil sekumpulan candi ditengah hamparan kehijaun,.
Dan disini,.
Subhanalloh,..
Mata ini tak puasnya memandang hamparan dua buah danau dengan aneka warna,.. hijau,.. biru,.. coklat keputihan,.. berbaur warna warni pantulan dari hutan dan bukit diatasnya,.
Sementara puluhan burung seriti ukuran besar berputar putar sambil sesekali berteriak nyaring, memancing burung burung yang lain ikut bersuara,.
Dingin,..
Tenang,..
Nyaman sekali,..
Ditengah ladang bunga sawi sawi an yang merekah kuning,..
Tak terasa hati ini berguman memuji MU yha Robbana,.
Engkaulah yang Maha Menciptakan segala karunia ini,.
Yhaa,..
Nikmat mana lagi yang patut kami dustakan melihat sebagian kecil keindahan ini,..

Arloji QQ ku menunjukan jam 09.10,..
Day Pack dibuka beberapa perlengkan dan perbekalan nanjak sindoro yang tertunda
Kompor lapangan, paraffin, rantang, cangkir stainless kenangan temanku, Indomie, Daging kalengan, Siap.
Parafin dinyalakan,.
Bau harum Indomie rasa ayam campur daging kalengan mengalahkan harumnya kembang edelweiss dan bunga sawi kuning,,..
Dua Bungkus tersantap habis,..
Istirahat sejenak.......

Lebih satu jam kami memanjakan mata memandangi kejahuan dan kehijauan dari atas bukit , akhirnya kami turun memasuki area wisata telaga Warna dieng, berputar putar sejenak sembari mengintip beberapa burung belibis berenang tenang, keluar ambil arah ke kiri menuju Dieng Plateu Theatre,.. lurus sampai perkampungan menuju Telaga Cebong,.. Namun langkah tertahan, gerimis mulai turun awan mulai gelap, padahal jam baru menunjukkan 10.47, bergegas balik kanan ambil jalur arah Kawah Sikidang,.. hujan besar menguyur meski sebentar, dingin menginggil kan tubuh tubuh kami, untung tak lama terlihat warung warung di area kawah,.. bersegera merapat ke tungku yang sedang dinyalakan, duduk manis pesan jahe hangat dan kentang goreng,..
Hmmmm,..
Lumayan nikmat di badan yang kedinginan ini,.

Perjalanan berlajut menuju titik sasaran Telaga Sikidang, dari warung masih berjjalan kira kira satu setengah kilometermelawati jalan setapak bebatuan cadas belerang yang kering terbakar panas , juga terdapat kawah kawah kecil belerang yang masih aktif dan menimbulkan bunyi bunyian aneh ,..
Kawah Sikidang sendiri, ada antara lembah dan berada di paling atas kawah kawah kecil. bentuknya seperti sumur berdiameter lebih kurang 10 -1 5 meteran, terisi air panas mendidih yang menggelegak dan berwarna hitam, sementaraaku berdiri di dua meteran dari bibir masih terasa sekali semburan uap panasnya, inilah yang menyebabkan asap putih membubung dilihat dari kejauhan,.
Narsis sebentar disitu, kami kembali ke penginapan numpang Ojeg mengingat waktu Ishoma dan Adzan yang sebentar lagi berkumandang.
Lepas Sholat Dzuhur, hujan kembali menguyur di lokalan Wisata Dieng lumayan Lama.

Jam 14.00 Hotel Asri Dieng
Semangat test fisik untuk membayar pendakian Sindoro yang gagal meyemangati kami untuk menembus gerimis dank abut tipis yang masih turun dilingkupi mendung putih abu abu Kami bergerak kearah utara area Wisata Dieng, masuk perkampungan tembus jalan setapak menuju bebukitan gunung pangamun amun, Jalan setapak ,..Becek, licin tanah liat ,..gerimis,.. Angin dingin,.. hmm luamayan seru akhirnya,.
Bergegas dan menanjak menyita fisik tua ku,. Di tiga tanjakan bukit akhirnya kami mencari rumah rumahan petani buat menyimpan pupuk, istirahat sejenak disitu mengeluarkan perbekalan, Roti Sobek rasa coklat dan meramu hemaviton Jreng rasa anggur merah,..
Seggaaaarrr,..
Bersandar sembari memandang bebukitan dibawah ladang, kentang terhampar dan bertumpuk di perengan bebukitan yang sudah mulai kelihatan menghijau ditinggalkan kabut dan gerimis.
Kami berbetah betah lama disitu, menikmati kesendirian dan kesunyian, mengasah ke pekaan hati dan jiwa kami menyatu dengan desah lembut desiran alam,..

Menjelang Magrib kami sampai di Area Wisata Dieng kembali, tercium bau khas wangi daging kambing dibakar, kami pun mencarinya,..
Duduk bersama beberapa orang yang sudah duluan, kami pesan teh manis hangat,.. tongseng dan sedikit sate,..
Maaf nich ga bisa ungkapin bagaimana nikmatnya, makan tongseng dan nasi pulen hangat, di kelelahan badan dan dingin yang mengungkung....
“ nambah dong, nasinya pak,.
pemandangan bagusnya ada di




Senin, 09 Maret 2009

KONTRADIKSI

yeaach,.
sudah berapa kali aku dah ga ikutan event mu,..
males mengalahkan semangatku,

dan aku masih tetap duduk disini ,....
berharap dan berhasrat untuk kembali bisa memompa sisa sisa semangatku,..