Sabtu, 16 November 2013

MARKISA KU

POHON BUAH MARKISA ini adalah pengingat angan anganku saat kecil, dimana tetanggaku ( pak Kasmin ) punya pohon markisa besar ini, yang tumbuh subur di biarkan menjalar di pohon kedondong samping rumahnya. Buahnya lebat, besar dan menggiurkan,... saat itu aku di kasih se iris kecil, untuk merasakan segarnya buah itu.. Rasa Manis dan asem yang segar terasa dalam hari perjalanan kehidupan, sampai setiap aku tinggal, aku selalu berburu tanaman ini. Sebelum nya aku pernah punya kesempatan melihat kebun hotel di wonosobo, semangat untuk menanam pohon ini kembali mencuat. Sayang banget waktu itu. Nggak boleh minta bibit buat di stek terbesit pikiran curang untuk mengambil buahnya,.. tapi urung, takut dosa.
Kisaran Maret 2013, dirumah kakakku ( mas tadi Banyu Urip.) Terlihat pohon markisa yang hidupnya agak merana tampak tak terurus. Kucoba meminta stek pohon tersebut untuk kutanam di pekaranganku di Paduroso. Hari demi hari berganti bulan stek an pohoin markisa itu tumbuh subur di pekarangan Rumah baruku, pohonya ku jalarkan ke pohon mangga harum manis, yang hidup disebelah ANGKRUK / gardu istirahat petani. Tujuh bulan terlewati, pohon itu mulai berbunga Warnanya Ungu, berbentuk mangkok Wangi.. Banyak Bunga yang layu dan gugur karena musim kemarau dengan panas yang lumayan menyengat. Alhamdulillah. Alloh masih membiarkan beberapa bunga menjadi Buah yang besar. Siang ini kurencanakan untuk memetiknya, satu kuberikan kepada kakakku untuk merasakan buah dari pohon yang tidak terurus disini...dan satu lagi kubawakan untuk istriku, agar merasakan segarnya buah markisa besar ini... Saat ini pohon markisa kucoba tanam lagi, di pagar kolam,.. dua pohon, yang satu sudah kelihatan semi dan tumbuh Insya Alloh kalau nanti berbuah banyak, saat ketemu aku, kalian bisa meraskan kesegaran buiah ini.
Asal usul Markisa besar yang juga disebut giant markisa spesies Passiflora quadrangularis L dan berasal dari Brazilia, Argentina, Paraguay. Klasifikasi Markisa Besar Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Parietales Suku : Passifloraceae Marga : Passitlora Jenis/ Spesies : Passiflora quadrangularis L., Granadilla buto Nama Umum/dagang : Markisa Nama daerah Sumatera : Rubis (Palembang), Balewa (Melayu) Jawa : Markusa (Sunda), Markisa (jawa) Diluar Negeri sering disebur Giant Markisa, granadilla Buto Deskripsi Markisa termasuk tanaman semak hidupnya menjalar panjang kuang lebih 10 m.  Batang : Markisa mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali, bentuk persegi, semu, lunak, halus, warna hijau kecoklatan. Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral).  Daun : Tunggal, lonjong, tersebar, panjang 7-20cm, lebar 5-15cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, permukaan licin, tangkal persegi, panjang 2-6cm, dan berwarna hijau. Bunga Bunga tunggal, bulat berbentuk mangkok

, berkelamin dua(hermafrodit) dan menempel di ketiak daun, tangkal bergerigi, panjang 3-4cm hijau, mahkota berbentuk lonjong, permukaannya beralur, warna ungu, benang sari bertangkai, bentuk tabung, panjang ± 6cm warna ungu, kepala sari silindris, panjang ± 6cm warna putih, putiknya pendek warna kuning dengan kelopak bunga berbntuk lonjong warna hijau. beraroma khas harum. Semua jenis markisa (Passiflora) termasuk penyerbuk silang dengan bantuan lebah madu.penyerbukan sendiri masih dapat berlangsung baik.Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, biasanya penyerbukan di lakukan oleh manusia seperti halnya penyerbukan pada tanaman vanily. Buah : Bakal buah bentuknya sangat unik (maaf hampir menyerupai penis orang dewasa) hal tersebut pernah saya jumpai pada artikel yang diposting oleh Durian Blossom tapi mempunyai ukuran jauh lebih besar | mungkin karena hidup di barat >>> eittt....menyesuaikan anatomi orang barat... setelah beberapa minggu berubah seperti bakal buah pada umumnya he he he bukan porno tapi itu kenyataannya. Buah Markisa berbentuk lonjong dengan panjang ± 20cm, diameter ± 15 cm berat 3-5 kg warna hijau ke putih putihan.Buah yang sudah masak/ranum berwarna kekuningan dan beraroma khas harum buah markisa. Biji : Bulat pipih panjang ± 0,3 cm, putih Akar : Tunggang warna putih kotor Kandungan : Buah, biji, dan daun pada tanaman ini mengandung substansi yang tidak stabil, yaitu asam hidrosianat dan laktone.


 Sementara buah yang masak mengandung Ca, P, Fe. Manfaat dan Khasiat Daun Markisa/ Passiflora quadrangularis L berkhasiat untuk peluruh air seni, kencing nanah, sedangkan buahnya selain untuk sari buah segar (dicampur dengan sirup).juga dimanfaatkan untuk obat penenang juga berkhasiat menghilangkan rasa nyeri (analgesik) dan memperkuat paru. Beberapa Herbalis memanfaatkan Seluruh bagian Markisa untuk digunakan sebagai obat dan berkhasiat sebagai anti radang, penenang (sedatif), peluruh kencing (diuretik), serta bersifat membersihkan panas dan racun. Seorang herbalis yang mantan seorang Pendeta di daerah Malang(Perumahan Sawojajar.) malah menggunakan markisa besar untuk pengobatan kanker. Penyakit yang bisa diobati diantaranya : 1. Batuk karena paru-paru panas 2. Radang kelenjar getah bening leher (servikal limfadenitis) 3. Sulit tidur (insomnia), sering gelisah dan bermimpi buruk 4. Kelelahan kronis yang abnormal (neurasthenia) 5. Hipertensi 6. Bengkak (edema), kencing berlemak (chyluria) 7. Penyakit kult seperti koreng, skabies, borok (ulcus) pada kaki. Cara pemakaian : 1. Untuk obat yang diminum : Rebus herba segar sebanyak 5--15 g, lalu minum airnya. 2. Untuk pemakaian luar : Cuci herba segar secukupnya, lalu rebus. Setelah dingin, gunakan airnya untuk mencuci penyakit kulit yang Anda alami. Atau bisa juga dengan menurapkan herba segar yang telah digiling halus ke bagian yang sakit. Syarat Tumbuh Tanaman Markisa umumnya hanya ditanam di dataran rendah, tetapi didataran tinggi juga cocok (buktinya tanaman ini tumbuh subur didaerah saya Bululawang Kab.Malang - Jawatimur yang berada pada elevasi 391 m dpl.) ketinggian ideal pada kisaran 500- 1200 m dpl. Kondisi tanah yang dikehendaki banyak mengandung bahan organik (subur) dan pH 5,5-6,5. Lokasi tempat bertanam sebaiknya terbuka, walaupun tanaman tahan naungan. Tanaman tidak tahan terhadap kondisi lahan yang tergenang air. Pedoman Budidaya Perbanyakan tanaman Markisa ditanam dengan biji dan setek cabang. Setek ditanam di persemaian. Bila bibit berasal dari biji, sebaiknya biji disemaikan lebih dulu. Pemeliharaan Pemupukan dengan NPK (15:15:15) sebanyak 25-100 g per tanaman, tergantung umurnya. Dianjurkan perambatan dengan sistem pagar. Jaraknya 3 m agar pengaturan cabang lebih mudah dan dapat dikombinasi dengan tanaman lain (misalnya kopi). Sebagai tiang pagar dapat digunakan tanaman hidup (Gliricidia, kayu jaran Lannea grandis).Untuk menjalarkan batang markisa digunakan kawat yang dibentangkan mendatar seperti pada perambatan tanaman anggur. Setelah bibit yang ditanam di sepanjang pagar (jarak 2-3 m) mencapai bentangan kawat terbawah, ujung bibit segera dipotong. Dari tunas yang tumbuh, dipilih tiga tunas yang kekar.



 Dua tunas dijalarkan pada bentangan kawat terbawah dan satu lagi dibiarkan tumbuh mencapai bentangan kawat di atasnya. Pekerjaan seperti ini diulangi hingga semua kawat bentang dijalari oleh 1-2 tunas yang merupakan cabang buah. Bunga muncul pada ketiak daun, biasanya berdaun tunggal. Bila cabang-cabang buah belum berbunga maka ujung cabang perlu dipotong (dipotes). Buah akan bergantung pada kawat tersebut dan sebaiknya buah yang sudah agak berumur sebaiknya di bungkus/di blongsong, ini berguna untuk melindungi buah dari serangan hama (bisa menggunakan kantong kresek yang sudah saya praktekkan). Namun, petani di Indonesia jarang melakukan pembungkusan dan pemangkasan seperti ini sehingga produksinya rendah. Hama dan Penyakit Hama yang biasa menyerang tanaman markisa adalah lalat buah Dacus dorsalis dan nematoda bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne incognita. Kutu daun kuning Myzus persicae dan kutu putih Aphis gossypii sering terdapat pada daun. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida Tamaron 0,2%. Penyakit yang biasa mengancam tanaman markisa adalah mati pucuk Phytophthora parasitica, penyakit layu Fusarium passiflorae, dan penyakit busuk leher akar (damping-offi pada bibit di persemaian yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Kondisi lahan yang basah merangsang tumbuhnya penyakit-penyakit tersebut. Bila belum terlambat, penyakit ini dapat diatasi dengan Benlate 0,2% atau lisol 10-50%. Panen dan Pasca Panen Buah markisa harus dipanen setelah matang pohon, yakni setelah berwarna kuning dan timbul aroma harum. Buah yang masih muda (warnanya hijau) sebaiknya tidak dipanen karena mutunya rendah. sumber : hasil pengamatan hasil tanam di daerah Bululawang - Malang www.hickatee.com

1 komentar:

Hermanto Wijaya mengatakan...

Mantap pak atas info nya